Kertas

Scrapbook yang Awet: Kertas Bebas Asam dan Perekat Aman Foto

Album sering merusak isinya sendiri lewat kertas asam, plastik tidak stabil, dan selotip. Pilihan bahan dan cara simpan yang tepat memperlambat kerusakan itu.

Ilustrasi AI: album terbuka berisi foto pemandangan yang ditahan sudut foto
Ilustrasi AI: Foto pemandangan dipasang dengan sudut foto dalam album; meja tidak memuat minuman.

Album kenangan dan scrapbook dibuat untuk disimpan lama: foto liburan keluarga, tiket perjalanan, surat, gambar anak, potongan koran. Ironisnya, banyak album justru merusak isinya sendiri. Kertas halaman menguning dan rapuh, foto memudar atau menempel pada plastik, selotip meninggalkan noda cokelat, dan lem merembes ke balik foto. Kerusakan seperti itu jarang terlihat dalam hitungan minggu, tetapi tampak jelas setelah beberapa tahun, ketika album sudah sulit diperbaiki.

Panduan ini membahas cara membuat scrapbook yang lebih awet, berdasarkan materi pelestarian dari Library of Congress, perpustakaan nasional Amerika Serikat. Materi itu ditujukan untuk koleksi perpustakaan dan arsip, tetapi prinsipnya dapat diterapkan di rumah: memilih kertas yang tidak cepat menjadi asam, memasang foto tanpa lem langsung, memakai plastik yang tepat, menulis keterangan dengan alat yang aman, dan menyimpan album di tempat yang sejuk, kering, serta terlindung dari cahaya. Iklim Indonesia yang lembap membuat beberapa hal perlu perhatian lebih.

Mengapa album lama menjadi rusak

Library of Congress menjelaskan bahwa kertas tersusun dari selulosa, rantai panjang molekul glukosa dari dinding sel tumbuhan. Dalam kehadiran kelembapan, asam dari lingkungan atau dari dalam kertas itu sendiri memotong rantai selulosa menjadi lebih pendek. Reaksi ini menghasilkan asam baru dan terus berlanjut, sehingga kertas makin lemah dan rapuh. Kertas dari bubur kayu mekanis, seperti kertas koran, masih mengandung lignin yang mendorong proses ini, sehingga cepat menguning dan getas. Polutan udara seperti oksida belerang dan nitrogen juga terserap ke kertas dan membentuk asam, itulah sebabnya tepi halaman buku lama sering lebih cokelat daripada bagian tengahnya.

Materi Library of Congress tentang scrapbook dan album menambahkan beberapa sebab lain yang sangat umum: halaman album sering dibuat dari kertas bermutu rendah yang cepat bernoda dan rapuh, jilidan tidak mampu menampung ketebalan isi sehingga album menggembung, plastik pada album modern sering tidak stabil, dan banyak benda ditempel dengan selotip atau lem yang merusak. Scrapbook juga sering berisi benda tiga dimensi seperti pita, bunga kering, atau lencana, yang menambah tekanan dan risiko noda.

Pengetahuan ini mengubah cara memilih bahan. Tujuannya bukan membuat album yang tidak bisa rusak, melainkan memperlambat kerusakan sejauh mungkin dengan bahan dan penyimpanan yang tepat.

Merencanakan isi sebelum memotong apa pun

Scrapbook yang awet biasanya juga scrapbook yang direncanakan. Sebelum membeli bahan, kumpulkan semua yang ingin dimasukkan: foto, dokumen, tiket, gambar, dan benda kecil. Hitung kira-kira jumlah halaman yang dibutuhkan, lalu kelompokkan menurut cerita, misalnya per perjalanan, per tahun, atau per anggota keluarga. Rencana seperti ini mencegah album terlalu penuh di bagian tertentu dan menghindari tumpukan hiasan yang membuat jilidan menggembung.

Tentukan juga mana yang merupakan benda asli yang tak tergantikan dan mana yang dapat diganti salinan. Foto yang hanya punya satu cetakan, surat tulisan tangan, atau dokumen resmi termasuk benda asli. Untuk benda seperti itu, pilih cara pemasangan yang paling mudah dilepas kembali, misalnya kantong atau sudut foto, dan pertimbangkan memakai salinan di halaman dekoratif. Benda yang memang dibuat untuk dihias, seperti kertas motif atau stiker, dapat dipasang lebih bebas, asalkan tidak bersentuhan langsung dengan foto asli.

Buat sketsa kasar untuk setiap halaman di kertas bekas: posisi foto, judul, keterangan, dan hiasan. Sketsa membantu memastikan keterangan memiliki ruang yang cukup, dan menghindari keputusan mendadak seperti memotong foto agar muat.

Menyiapkan meja kerja scrapbook

Library of Congress menganjurkan area kerja yang bersih, kering, tertata, dan bebas makanan serta minuman saat menangani foto. Di rumah, alas meja yang bersih, cutter tajam, penggaris logam, alas potong, pensil grafit lunak, sudut foto, dan kantong yang sudah dipilih cukup untuk memulai. Siapkan juga map atau kotak untuk menyimpan foto yang belum dipasang, agar foto tidak tergeletak di meja dan terkena tumpahan atau goresan. Cuci dan keringkan tangan sebelum mulai, dan sering-seringlah mencuci tangan bila memakai lem atau tinta untuk hiasan.

Memilih kertas dan karton untuk halaman

Halaman album menyentuh foto dan dokumen setiap hari selama bertahun-tahun, sehingga mutunya paling menentukan. Cari kertas atau karton yang dinyatakan bebas asam dan bebas lignin. Library of Congress menganjurkan map, alas, dan pelindung bebas asam dan bebas lignin untuk menyimpan dokumen kertas, serta penyimpanan terpisah untuk kertas yang sudah asam agar asamnya tidak berpindah ke dokumen lain.

Beberapa kertas dijual dengan cadangan alkali atau buffered, yaitu mengandung bahan basa yang dapat menetralkan asam yang terbentuk kemudian. Materi Library of Congress tentang foto mencatat bahwa kertas pelindung tersedia dalam versi beralkali dengan pH sekitar 8,5 dan versi tanpa cadangan dengan pH netral 7. Pelindung beralkali dianjurkan untuk cetakan rapuh yang ditempel pada alas bermutu rendah, tetapi tidak dianjurkan untuk beberapa jenis foto khusus seperti cetakan dye transfer dan cyanotype. Untuk album keluarga berisi foto cetak biasa, label yang menyatakan lolos uji keamanan foto lebih penting daripada sekadar pH.

Kertas berwarna dan kertas motif

Kertas berwarna dan bermotif membuat halaman menarik, tetapi pewarnanya dapat luntur bila lembap. Library of Congress mensyaratkan pelindung foto dari kertas bebas pewarna yang luntur. Bila ingin memakai kertas berwarna, pakai sebagai bingkai atau latar yang tidak bersentuhan langsung dengan permukaan foto, dan pilih yang keterangannya menyebut bebas asam. Uji kelunturan dengan menekan potongan kecil kertas berwarna yang sedikit dilembapkan pada kertas putih; bila warnanya pindah, jangan letakkan langsung di dekat foto.

Potongan koran dan kertas asam

Potongan koran, tiket, dan struk sering menjadi bagian penting scrapbook, tetapi bahannya cenderung asam dan cepat rusak. Letakkan benda seperti itu di halaman atau kantong tersendiri, jangan menempel langsung di sebelah foto. Banyak pembuat memfotokopi potongan koran ke kertas bebas asam dan memasang salinannya, sementara aslinya disimpan dalam amplop terpisah. Struk kertas termal bahkan dapat memudar total; memotret atau memindai lebih dahulu menyelamatkan informasinya.

Memasang foto tanpa lem langsung

Petunjuk Library of Congress tentang foto sangat jelas: jangan memakai selotip berperekat, kertas tempel, lem, atau perekat lain pada foto. Jangan pula memakai klip kertas atau karet gelang untuk mengelompokkan cetakan foto. Untuk scrapbook, ini berarti foto dipasang dengan cara mekanis yang tidak menyentuh bagian belakang foto dengan perekat.

  • Sudut foto: kantong segitiga kecil di empat sudut. Perekat hanya berada di sisi sudut yang menempel ke halaman, sedangkan foto diselipkan.
  • Celah potong: empat celah miring yang dipotong pada halaman dengan cutter, lalu sudut foto diselipkan ke celah itu.
  • Kantong bening: foto dimasukkan ke kantong dari plastik yang tepat, lalu kantong yang ditempel ke halaman.
  • Kantong kertas: amplop atau saku dari kertas bebas asam untuk benda yang perlu dikeluarkan sesekali.

Pilih sudut foto dan kantong yang keterangannya menyebut aman untuk foto. Library of Congress menyebut bahwa bahan penyimpanan foto dianggap aman bila memenuhi persyaratan ISO 18902, termasuk lulus Photographic Activity Test atau PAT, dan bahwa pemasok sering mencantumkan keterangan itu. Bahan yang tidak memenuhi syarat dapat menyebabkan foto memudar, menguning, muncul kilap keperakan, atau menjadi rapuh.

Album magnetik dan halaman berperekat

Album dengan halaman lengket yang ditutup plastik, sering disebut album magnetik, sangat populer karena praktis. Library of Congress menyarankan untuk menghindari album berhalaman berwarna, magnetik, atau berperekat sendiri. Perekat pada halaman seperti itu lama-kelamaan dapat menguning dan mengeras, sehingga foto sulit dilepas tanpa robek. Bila foto keluarga sudah terlanjur berada di album seperti itu, jangan memaksa menariknya. Pindai atau foto halaman lebih dahulu sebagai cadangan, lalu bila perlu konsultasikan dengan konservator.

Ilustrasi AI: tangan bersarung putih memegang foto pemandangan di dekat selongsong bening
Ilustrasi AI: Foto dipegang pada tepinya di dekat selongsong bening; bahan selongsong perlu diperiksa terpisah.

Plastik yang tepat dan iklim lembap

Menurut Library of Congress, pelindung plastik yang sesuai untuk foto dibuat dari poliester, polietilena, atau polipropilena tanpa lapisan. Plastik yang tidak stabil, seperti yang banyak dipakai pada album murah, dapat melepaskan zat yang merusak foto. Keterangan bahan biasanya tercantum di kemasan kantong atau sampul; bila tidak ada keterangan, anggap bahan itu belum tentu aman.

Ada catatan penting untuk iklim tropis. Library of Congress menjelaskan bahwa lapisan emulsi foto dapat menempel pada pelindung plastik bila terpapar kelembapan tinggi, terutama di atas 70 persen kelembapan relatif, sehingga pelindung plastik tidak sebaiknya dipakai di ruang penyimpanan yang lingkungannya tidak terkendali. Di banyak rumah di Indonesia, kelembapan sering tinggi, terutama pada musim hujan. Karena itu, simpan album di ruangan yang paling kering di rumah, hindari dinding luar dan lantai, dan pertimbangkan kantong kertas aman foto untuk foto yang paling berharga. Kantong kertas berpori dan mudah ditulisi pensil, walaupun foto perlu dikeluarkan untuk dilihat.

Keterangan nama, tanggal, dan tempat adalah bagian paling berharga dari scrapbook bagi generasi berikutnya. Library of Congress menyarankan untuk sedapat mungkin tidak menandai foto. Bila benar-benar perlu, tulis seminimal mungkin di bagian belakang dekat tepi dengan pensil grafit lunak, dan lebih baik lagi menulis pada pelindung atau halaman di sebelah foto daripada pada fotonya.

Untuk tulisan di halaman, pena dengan tinta pigmen yang dinyatakan tahan luntur dan aman untuk arsip adalah pilihan yang umum. Uji dulu pada potongan kertas halaman yang sama: tulis, biarkan kering, lalu sentuh dengan jari lembap untuk melihat apakah tinta luntur. Hindari spidol berpelarut kuat di dekat foto, dan jangan menulis dengan pena biasa di balik foto karena tekanan dan tinta dapat tembus ke muka foto.

Langkah membuat halaman scrapbook yang awet

  1. Kumpulkan dan pilah bahan: foto, dokumen asli, salinan, dan benda tiga dimensi. Pisahkan bahan yang asam.
  2. Rancang tata letak di atas kertas bekas seukuran halaman sebelum memotong atau menempel apa pun.
  3. Siapkan halaman dari karton bebas asam dan bebas lignin.
  4. Pasang foto dengan sudut foto atau celah potong. Jangan mengoleskan lem ke foto.
  5. Tempel hiasan kertas dengan perekat yang dinyatakan aman untuk foto, jauh dari permukaan foto. Pemilihan perekat dibahas di panduan memilih lem kerajinan.
  6. Letakkan dokumen asli dan potongan koran dalam kantong terpisah.
  7. Tulis keterangan di halaman, bukan di foto.
  8. Selipkan lembar pemisah tipis bebas asam di antara halaman bila hiasan dapat bergesekan dengan foto di halaman lain.

Benda tiga dimensi

Pita, bunga kering, kancing, dan lencana menambah ketebalan dan dapat menekan foto di halaman lain. Library of Congress mencatat bahwa jilidan album sering tidak mampu menampung tonjolan isi seperti ini. Kumpulkan benda tiga dimensi di halaman tersendiri, gunakan kantong atau kotak kecil, dan tambahkan sekat pada jilidan bila album memungkinkan. Bunga kering dapat membawa serangga atau jamur, jadi pastikan benar-benar kering dan bersih sebelum dimasukkan.

Menyimpan album

Library of Congress menyebut lingkungan penyimpanan yang baik sebagai langkah pelestarian paling penting untuk foto: relatif kering, dengan kelembapan relatif 30 sampai 50 persen, sejuk, dan stabil. Fluktuasi kelembapan sebaiknya kecil dalam satu hari. Untuk kertas, materi yang sama menyebut bahwa kertas bermutu baik yang disimpan dalam kondisi sejuk dengan kelembapan relatif 30 sampai 40 persen dapat bertahan sangat lama. Angka-angka ini sulit dicapai di banyak rumah di Indonesia tanpa alat, tetapi arahnya jelas: pilih tempat yang paling sejuk, paling kering, dan paling stabil.

  • Hindari loteng, gudang, ruang bawah tanah, dinding luar, dan tempat dekat sumber panas atau saluran udara, sesuai saran Library of Congress.
  • Jauhkan dari jendela dan cahaya matahari langsung; cahaya, termasuk ultraviolet dari sinar matahari dan lampu tertentu, mempercepat pudar.
  • Simpan album tegak di rak dengan buku seukuran agar sampul tidak melengkung, atau di kotak yang aman untuk foto.
  • Jangan menyimpan makanan dan minuman di ruang yang sama, untuk mencegah hama.
  • Periksa album secara berkala untuk tanda jamur, bau apak, atau serangga, terutama setelah musim hujan.

Menangani foto dan halaman

Library of Congress menyarankan memegang foto dengan tangan bersih atau memakai sarung tangan nitril yang bersih, memegang dari tepinya, dan tidak menyentuh area gambar. Bersihkan debu dengan hati-hati karena kuas lembut pun dapat menggores; peniup udara jenis bola karet lebih aman daripada udara kalengan. Kerjakan scrapbook di meja yang bersih, kering, dan bebas makanan atau minuman.

Menghadapi kelembapan di rumah tropis

Kelembapan adalah tantangan terbesar bagi album di banyak daerah di Indonesia. Library of Congress menyebut kelembapan relatif sebagai faktor tunggal paling penting untuk sebagian besar cetakan foto, dan menyarankan fluktuasi harian yang kecil. Di rumah tanpa pengatur kelembapan, beberapa langkah tetap dapat membantu. Pilih ruangan di bagian dalam rumah yang tidak berbatasan langsung dengan kamar mandi atau dapur. Letakkan album di rak yang tidak menempel ke dinding luar dan tidak di dekat jendela. Kotak penyimpanan yang tertutup dapat meredam perubahan kelembapan harian dibanding rak terbuka, asalkan kotaknya sendiri dari bahan yang aman dan isinya tidak dimasukkan dalam keadaan lembap.

Bila memakai bahan penyerap lembap seperti kantong silika gel di dalam lemari atau kotak, jangan biarkan kantong itu menyentuh foto langsung, dan ganti atau keringkan sesuai petunjuk produknya. Pengukur kelembapan sederhana membantu mengetahui ruangan mana yang paling kering. Setelah musim hujan, buka album dan periksa tanda-tanda jamur seperti bercak berbulu, bau apak, atau halaman yang saling menempel. Album yang terkena jamur sebaiknya dipisahkan dari album lain dan ditangani dengan hati-hati, karena spora dapat menyebar.

Bila album terkena air

Banjir dan atap bocor dapat terjadi kapan saja. Bila album basah, jangan memaksa memisahkan halaman atau foto yang menempel. Pindahkan album ke tempat yang sejuk dan berangin, jauh dari sinar matahari langsung. Untuk foto yang sangat berharga, mintalah saran konservator foto sesegera mungkin. Cadangan digital yang dibuat lebih awal sangat membantu dalam situasi seperti ini.

Merawat album lama dengan hati-hati

Banyak keluarga menyimpan album lama dengan halaman yang sudah menguning, foto yang menempel di plastik, atau selotip yang mengeras. Dorongan pertama sering kali adalah memindahkan semuanya ke album baru. Library of Congress menyarankan agar masalah kondisi yang tidak dapat diatasi dengan perbaikan wadah ditangani oleh konservator foto, dan menyebut asosiasi profesi konservator di Amerika Serikat memiliki direktori untuk mencari konservator. Di Indonesia, lembaga arsip, museum, atau perpustakaan setempat dapat menjadi tempat bertanya.

Langkah aman yang dapat dilakukan sendiri adalah mendokumentasikan dulu setiap halaman dengan pemindai atau kamera, mencatat keterangan yang tertulis, dan menyimpan album di kotak yang aman untuk foto. Foto yang sudah lepas dengan sendirinya dapat dipindahkan ke kantong aman foto. Foto yang menempel kuat sebaiknya dibiarkan, karena menariknya dapat merobek lapisan gambar. Album lama juga sering memiliki nilai sejarah sebagai satu kesatuan, termasuk urutan dan tulisan tangan di halamannya, sehingga mempertahankannya utuh sering lebih bermakna daripada membongkarnya.

Album untuk karya anak dan kartu ucapan

Gambar anak, kartu ucapan, dan surat sering dibuat dengan kertas biasa, krayon, cat, atau lem yang tidak dirancang untuk awet. Simpan karya seperti ini dalam map atau kotak bebas asam secara mendatar, dengan lembar pemisah di antara karya yang memakai krayon atau pastel agar tidak saling menempel. Tulis nama dan tanggal di bagian belakang dengan pensil lunak. Untuk karya yang besar, foto atau pindai dulu, lalu pilih beberapa yang paling berarti untuk disimpan fisiknya. Karya kartu pop-up dan hiasan bertingkat lebih aman disimpan dalam kotak daripada diselipkan di album yang ditekan.

Cadangan digital

Tidak ada album yang sepenuhnya kebal terhadap banjir, kebakaran, atau rayap. Memindai atau memotret setiap halaman dan foto penting memberi cadangan yang dapat dicetak ulang. Simpan berkas cadangan di lebih dari satu tempat, dan beri nama berkas dengan tanggal dan keterangan yang sama dengan yang ditulis di album. Cetak ulang dari berkas digital juga dapat dipakai di halaman yang sering dibuka, sementara foto asli disimpan dalam kantong aman di kotak terpisah.

Album perjalanan keluarga sebagai gambaran

Contoh rekaan: Sebuah keluarga ingin membuat album dari satu perjalanan pulang kampung. Bahan yang terkumpul terdiri dari empat puluh foto cetak, dua tiket kereta, satu peta kertas, beberapa daun kering, dan gambar buatan anak. Rencana disusun lebih dulu: delapan halaman karton bebas asam dan bebas lignin, dengan urutan perjalanan dari berangkat sampai pulang. Foto dipasang dengan sudut foto yang keterangannya menyebut lulus uji keamanan foto. Tiket kereta yang merupakan kertas termal difoto lebih dulu; cetakan fotonya dipasang di halaman, sedangkan tiket asli disimpan di amplop bebas asam yang ditempel di halaman belakang. Peta dilipat di sepanjang lipatan aslinya dan dimasukkan ke kantong kertas. Daun kering dimasukkan ke kantong bening tersendiri di halaman terakhir agar tidak menekan foto. Gambar anak disimpan terpisah di map, sementara salinannya mengisi satu halaman. Keterangan nama tempat dan tanggal ditulis di halaman dengan pena tinta pigmen yang sudah diuji. Album disimpan berdiri di rak buku ruang tengah yang jauh dari jendela dan kamar mandi, dan setiap halaman sudah dipindai sebagai cadangan.

Daftar periksa bahan sebelum membeli

  • Karton dan kertas halaman: keterangan bebas asam dan bebas lignin.
  • Sudut foto, kantong, dan sampul: cari keterangan pemenuhan seluruh persyaratan fisik dan kimia ISO 18902, termasuk PAT. Lulus PAT saja bukan jaminan umum; periksa pula jenis bahan dan kecocokannya dengan foto serta lingkungan simpan.
  • Perekat untuk hiasan: keterangan aman untuk foto atau arsip, dan dipakai jauh dari foto.
  • Pena: tinta pigmen yang dinyatakan tahan luntur, sudah diuji pada kertas halaman.
  • Kotak atau rak: tempat simpan yang sejuk, kering, dan jauh dari cahaya langsung.

Kesalahan yang paling sering terjadi

Kesalahan pertama adalah memotong foto asli untuk menyesuaikan tata letak. Bila bentuk tertentu diperlukan, potong salinan cetak, bukan foto aslinya. Kesalahan kedua adalah memakai selotip bening biasa untuk memperbaiki halaman yang sobek; seiring waktu, selotip menguning dan perekatnya merembes. Kesalahan ketiga adalah menumpuk terlalu banyak hiasan tebal sehingga album tidak dapat menutup rata. Kesalahan keempat adalah menyimpan album di lemari yang menempel pada dinding luar atau di dekat kamar mandi. Kesalahan kelima adalah menunda pembuatan cadangan sampai album sudah rusak, padahal memindai halaman ketika masih baik jauh lebih mudah.

Membuat scrapbook yang awet tidak menghilangkan keseruan berkreasi. Kertas dan perekat yang tepat, cara memasang foto yang dapat dilepas kembali, keterangan yang ditulis di tempat yang benar, dan penyimpanan yang sejuk serta kering membuat album tetap dapat dibuka dan dibaca oleh generasi berikutnya. Untuk memahami sifat kertas lebih lanjut, lihat panduan memilih kertas kerajinan, dan untuk hiasan halaman berbentuk timbul, lihat panduan embossing panas.

Pertanyaan tentang album dan scrapbook

Bolehkah foto ditempel dengan lem atau selotip?

Library of Congress menyarankan tidak memakai selotip, kertas tempel, lem, atau perekat lain langsung pada foto. Pakai sudut foto, celah potong, atau kantong.

Apa arti keterangan lulus PAT pada kantong foto?

PAT adalah Photographic Activity Test, salah satu bagian persyaratan ISO 18902. Menurut Library of Congress, bahan aman foto harus memenuhi seluruh persyaratan fisik dan kimianya, termasuk PAT; hasil PAT saja bukan jaminan umum tanpa kecocokan bahan, jenis foto, dan lingkungan simpan.

Plastik apa yang aman untuk pelindung foto?

Poliester, polietilena, atau polipropilena tanpa lapisan. Di ruang yang sangat lembap, foto dapat menempel pada plastik, jadi simpan di tempat yang paling kering.

Di mana menulis keterangan foto?

Sebaiknya di halaman atau pelindung. Bila harus di foto, tulis sedikit di bagian belakang dekat tepi dengan pensil grafit lunak.

Rujukan pelestarian dari Library of Congress